Tiba-tiba saja dia langsung mengambil buku-bukunya, memasukkan ke tasnya dan segera berdiri “aku mau pulang” katanya dengan ketus.Aku mencekal tangannya, dia mengibaskan tanganku, mungkin karena malu aku memergokinya dia jadi emosi. Dia menyandarkan tubuhnya padaku sambil matanya kembali menatap komputer. Bokepindoh Kucium bibirnya, dia membalas dengan ganas, digigitnya lidahku. Dia tersenyum, matanya sayu menatapku. “yeee, ngapain di kamar mandi?” Disini aja gak apa apa kok” jawabku. Sambil duduk, aku sengaja memeluk pundak Vina sambil sesekali membelai rambutnya, Vina yang berada di sebelah kiriku dan awalnya membelakangi komputer tiba-tiba membalik badannya. Vina menyadari itu, dia sempat berusaha berontak, tapi hisapan dan gigitanku di teligannya, gesekan tangan kananku dia memeknya dan remasam-remasan tangan kiriku di toketnya membuatnya kembali mendesah.




















