Sukmamerintih dan mengerang, dan sesaat kemudian ditariknya bahuku ke atas, sehinggakami berdiri berhadapan. Semalam kami bercengkerama, padapagi keesokan harinya aku berpamitan.Dengan perasaan yang amat berat dilepaskepergianku, aku berpamitan pula pada mama Dian, aku cium punggung tangannyasebagai tanda kasih anak ke ibunya, ditengadahkan mukaku dan dikecupnyakeningku dengan penuh rasa sayang. Bokepindoh mamanya Dian sudah beberapa kali tidurdenganku di rumah tante Hani.Mama Dian nampak pias wajahnya namun segera mamaDian bisa cepat mengatasi keadaan. Jadi tak perlu disesali. Beberapasaat mama Dian menemani kami ngobrol. Air mataku mengalir deras, mama Dian membelaikepalaku dengan penuh rasa sayang; kemudian dikecup dan dilumatnya bibirku.Tubuhku berguling telentang di samping kanan tubuhnya, mama Dianmerangkul tubuhku menyilangkan kaki kiri dan meletakkan kepalanya didadaku.Terasa memeknya hangat dan berlendir menempel diperutku, tangan kirinyamngusapusap wajahku.




















