Mata Mba Yola menutup sejenak, seakan meresapi. Bokepindoh Sesekali kusedot dalam dalam lidahnya. Belum Mb..Mba Yola ang dibawah ya sekarang.. Dari tatapan matanya kusimpulkan tak ada penolakan. Suara kecipak bibir memenuhi ruang makan. Mba Yola memandangku dengan sayu. Pentilku bergantian disedot dan sesekali dimainkan dalam mulutnya. Toketnya masih lumayan kencang, sedikit turun. Bertali kecil di pundak, berwarna pink berbunga bunga, sedikit nrawang. Perlahan diturunkan sebatas bawah pantatku. Kontol mas ini… saya tersenyum nyengir. Cukup lama kami berdiam. Mata Mba Yola sudah normal kembali. Kepala dan rambutku diremas remas. Memutar mutar pentilku, kadang dicubitnya. Sedetik kemudian baru saya ingat bahwa kaos Mba Yola sedikit ketat dan dengan posisi memboncengnya yang miring berarti toketnya yang saya rasa itu.Tongkat kebanggaanku mulai menggeliat bangun.




















