Badanku dikeringkan dengan handuk lalu aku dibimbing kembali kekamar lalu di baringkan. Bokepindoh Rina agak grapyak dan suasana obrolan mudah sekali cair. Kuberi waktu sebentar lalu kukerjai lagi. Aku berusaha menyesuaikan sikap sehingga tidak kelihatan sebagai orang asing di wilayah itu. Seorang perempuan paruh baya mengenakan kain panjang atau jarit menghampiri aku dan langsung duduk di kursi dekat aku. Jadi jika ada penugasan ke Solo dan Yogya, dia paling bersemangat, apalagi aku berada dalam timnya. Aku lalu meminta mereka melepas semua baju sampai mereka telanjang dan mandi terlebih dahulu membersihkan diri. Dia lalu memelukku sambil tidur telungkup diatasku. Untuk sementara aku ingin menikmati pijatannya yang lumayan enak. Seandainya tidak ada embel-embel tempat berkumpulnya para STW, mungkin aku akan sering mampir di warungnya hanya untuk makan . Ini terbaca dari mimik mukanya, tetapi












