“Iya, untuk tugas dari kantor,” jawabnya. Akh.. Bokepindoh “Apoteker yang punya obat-obatan lengkappun masih mengandalkan Tabat Barito. Kami dapat kamar bersebelahan. Besok pagi saya antar ke Ciawi. Ia mengeluarkan dua kaleng minuman ringan dari mini bar. “Atau lagi mikirin yang lainnya kali,” kataku menggodanya. “Kita ngobrol lagi aja yuk,” ajakku. Anto.. Mulutnya setengah terbuka sambil mendesis-desis. Kami masih bicara ke sana ke mari, sampai akhirnya kami merasa mengantuk. Akh..”.Kurasakan tubuh Della juga mulai bergetar dan bergerak-gerak dengan irama yang liar. Ia hanya menunduk dan kamipun terus berjalan.Setelah makan gudeg, kami kembali ke hotel dan duduk di lobby. Aku sendiri belum hafal Kota Jakarta.




















