“Iya, iya pasti ga salah lagi kata si Kahar juga rambut pendek, ga terlalu tinggi” jawabnya pada temannya. Si tonggos itu memulai dulu dengan menyentakkan pinggulnya ke atas sehingga Joane tidak tidak bisa tak mendesah. Bokepindoh “Enngg…Pak diluar sana emang udah ga ada siapa-siapa lagi yah ?” gadis itu tiba-tiba bertanya demikian. Imron sudah melepaskan pergelangan tangannya setelah yakin gadis ini sudah takluk dan tidak berontak lagi. Si gadis memejamkan mata menikmati serangan si penjaga kampus itu sambil mendesah dan meremasi rambut Imron. Sungguh Imron tidak menyangka gadis itu memang sengaja menggodanya sehingga begitu gadis itu memberi lampu hijau padanya birahi yang sejak tadi ditahannya tercurah deras bagai bendungan bobol. “Enak Non ?” tanya Imron berhenti sejenak memperhatikan ekspresi wajah si gadis yang meringis menahan nyeri.




















