Sekarang kami gantian, aku duduk di sofa lalu aku menarik tangannya. Kami mengobrol panjang lebar mengingat masa sekolah dulu dan juga membahas masalah pekerjaan. Bokepindo Selly pun lebih mempercepat gerakannya, susunya yang bergoyang membuatku tidak tahan. Aku pun ikut bernafsu mendengar itu. “Dih, baru juga gemukan dikit. Aku melanjutkan aksiku, kuhisap putingnya lebih keras, sambil ku mainkan puting yang satunya lagi. Tapi Selly sepertinya ingin ngobrol denganku dan bertanya apa boleh dia datang ke kantorku saja. “Ly, ayo naik kesini”, kataku sambil menuntunnya ke pangkuanku. Kami yang kelelahan langsung terduduk di sofa. Hanya sebentar saja kontolku pun sudah menegang. Aku menyuruhnya turun, lalu kusuruh dia menungging di sofa. “Boleh boleh…kebetulan aku kangen nih..hehe..” jawabnya dengan senang. “ugghhh… uugghhhh….Ryy…aaahhh…kontolmu enak banget…ugghh”, teriaknya bernafsu.










