Ukurannya barangkali. Mereka tak mau terus terang mengatakannya. Bokepindoh Dan anehnya, Aku nurut saja. Tempelan bibir Hendrik pada pipiku barusan terasa sampai di dalam dadaku, berdebar-debar. Akupun takut bercerita hal ini kepada Ortuku. Bahkan dikala libur, Jimmy “minta” beberapa kali dalam sehari. Sudah biasa kalau Aku mendapati Hendrik hanya bercelana pendek di kamarnya. Saat kurasakan nikmat menjalar ke kepalaku, Aku mulai membalas lumatannya. Kami hanya sekedar cium-ciuman dan meraba-raba. Aku mempersiapkan diri, rebah terlentang di sofa, sebelah kakiku terjuntai ke lantai. Kawan lelaki banyak, pacaran baru sekali, itu pun secara back street, diam-diam, karena orang tua tak memberi restu. Jimmy begitu mengasihiku, penyabar, penuh pengertian. Tapi setelah hampir setiap mata cowo mengarah ke sini, Aku jadi memperhatikan, apanya sih yang menarik perhatian mereka? “Malu mas, dilihat orang,” protesku. Jimmy juga sangat menyayangi




















