Ehhss.. Bokepindoh Paakkhh..”
Kupikir bakalan selesai eh ternyata isteriku sekarang disuruh berdiri, Mr. Biasanya isteriku suka terpekik lalu menghambur ke pelukanku dan dibarengi dengan ciuman bertubi-tubi. Perasaanku mulai dilanda kekacauan. Apa yang sedang berlangsung di depan mataku ini? Pantesan tadi aku agak mengenali sosoknya. Rambutnya otomatis megenai hidungku. Sengaja kali ini aku tidak memberitahu agar lebih dahsyat pekikan-pekikan kangen isteriku itu. Kucium-kucium dan kuendus-kuendus. Ehhss.. Hal ini cukup membantu keseimbangan diriku sehingga tidak membuatku dilanda senewen.Karena penerbangan yang kuambil adalah sore jam 6 dari Surabaya, maka masih sore pula sekitar jam 7.30 aku sudah mendarat dan lalu setengah jam kemudian dengan menggunakan jasa taksi aku sudah menginjakkan kaki di halaman rumahku di bilangan Slipi.




















