“Ok Ricky, Biar bagaimanapun… kamu pernah menjadi seseorang yang sangat berarti bagiku,” ia terdiam sebentar. Kepalaku sudah berat bukan kepalang. Bokepindoh Katanya mau telepon.” Langsung nyerocos tanpa titik koma. Ia selalu sengaja memakai baju-baju kerja yang menonjolkan keindahan tubuhnya. Mungkin a quicky morning akan melupakan Felly. Ini yang kusukai dari cewek-cewek itu. “He eh.”
“Tunggu di sini sebentar.” Ia berkata itu lalu berjalan menuju kawan-kawannya. Aku bukan remaja frustasi yang melarikan diri ke dalam alkohol. “Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di interkom. Matahari pagi begitu terik. Entah apa kurangnya gadis cantik ini hingga aku menyia-nyiakannya. Dan kami pernah membicarakan hal itu.Jam 15.00 ditelan kesibukanku, aku telah melupakan Felly.




















