Sesudah itu kaki kiriku yang mendapat giliran diikatkannya bersama dengan kaki kananku.“Saya ingin mencicipi ibu..” bisiknya dekat telingaku.“Sejak pertama kali saya melamar jadi supir ibu, saya sudah menginginkan mendapatkan kesempatan seperti sekarang ini.” katanya lagi dengan suara nafas yang sudah memburu.“Tapi saya majikan kamu Nto..” kataku mencoba mengingatkan.“Memang betul bu.. Bokepindo Yang pasti hatiku yang selama ini terasa berat dan bosan hilang begitu saja walaupun dalam hati kecilku juga merasa malu, benci, sebal dan kesal. Memang dalam hal keuangan saya tak pernah kekurangan. tapi kan udah telat!” balasku dengan sinis dan ketus.“Tenang bu.. Sesudah melihat tubuhku yang sudah mulai kelelahan dan kehabisan tenaga, supirku dengan sigapnya menggenggam lengan kananku dan menekuknya kebelakang tubuhku, begitu pula dengan lengan kiriku yang lalu ia mengikat kedua tanganku kuat-kuat, entah dengan apa ia mengikatnya.Sesudah itu tubuhnya




















