Dan sekali lagi tanpa sadar aku mengecup kening pemuda yg sangat berjasa kepadaku, pemuda yg mengorbankan fisik dan nama baiknya hanya untukku. Tapi tenang besok kita makan-makan di tempat nongkrong biasa, sebagai tanda maaf katanya.” Ucapku pada temen-temen yang ada disitu.“Yaaahhh” sekali lagi mereka kecewa.“Dasar workaholic banget temen kita satu itu” sambung Rina. Bokepindo Aku-kamu, bahagia, nyaman. Mereka sedari tadi diam dan tiba-tiba menatapku seolah-olah dia paham betul kalau aku sedang berbohong. “Selamat ulang tahun, blaaa blaaa blaaa…..” Kurang lebih seperti itulah bunyi dari berbagai pesan masuk di smartphone ku. Mana bondan yg gue kenal dulu ?”“Huuuffffttt” Bondan menjawab sambil mengangkat kedua pundaknya yg mengisyaratkan dia tidak bisa menjawab pertanyaanku.“Bondan bondan, move on dong.




















