Cuma yang tidak habis pikir, kenapa tidak sedari dulu mereka melarang hubungan kami? Belakangan inilah aku sudah mulai menaruh curiga. Bokepindoh Rumah dua lantai yang kutemui, aku pun mengetuk pintu, dan keluarlah seorang ibu-ibu menggunakan kerudung,
“Cari siapa yah?”, tanya ibu itu.“Apa benar ini rumahnya ranti?”, tanyaku.“Iya, ini siapa?”, ibu itu bertanya seolah takut dengan penampilanku yang menyeramkan. Ini kisah cintaku yang kedua kali mengalami kegagalan, setelah setahun lalu ditinggal mati oleh kekasih yang bertepuk sebelah tangan. “Hahaha, KTP tembak cuma lima ribu bisa dapat Din… Ini kan KTP kabupaten, gampang dapatnya…”, aku kemudian ditakuti Syamsul hingga aku segera mencari no hp-nya. Ku sms dengan nada yang meyakinkan bahwa aku akan memperjuangkannya.Pikiran busukku akhirnya berencana pada penodaan ranti.




















