Sayup- sayup aku mendengar suara orang menangis, tetapi diberangi suara mendengus-dengus.Aku diam mendengarkan. Bokepindoh Aku memang sudah puas tidur sejak petang tadi. Kubuka kran dan kutembakkan water kanon itu untuk membersihkan kotoran yang menempel di sana. Pahanya dinaikkan di pundakku. Kompor bisa menyala lagi. Aku membuat kelalaian sedikit saja, bisa dia menyanyi sepanjang hari. O, bersihnyaaaa..ooo putihnya. Keringat bermunculan di wajahku, mataku jadi terasa panas. Aku mau ke WC, Nanti tolong kamu semprot ya anuku, pakai toler air. Kulihat tangannya merah melepuh, Tangan Mbak Narsih sepertinya ketumpahan kuah tapi perhatianku lebih tertuju pada kompor yang menyala besar sekali,. Padahal aku tidak tidur? Yang kupakai ini dibuang saja, sudah separo terbakar. Dia pun memelukku bagaikan seorang ibu memeluk bayinya di pangkuannya.




















