Aku berpikir, mungkin di jalan raya ini mobil dilarang stop.Sementara aku sibuk mencari-cari dimana tempat taxi shelter, si Bode sibuk pula menyapu pandangan ke orang yang lalu lalang. Dia kuminta tidur telentang beralas handuk dan aku menindihnya. Bokepindo Aku agak yakin, karena Bode pernah menerapkan “ilmu” tebar pesona di Teheran, dan berhasil. Kota terlarang cukup luas untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Dia kuminta duduk dipangkuanku dengan posisi berhadap-hadapan. Rombongan kami menggunakan bus, mungkin ada sekitar 30 orang. Aku memberi kesempatan Bode untuk “mengolah”. Waktu saat itu sudah menunjukkan jam 5 sore.Setelah sampai di Holiday Inn tempat kami menginap, aku menyarankan ke Bode untuk dibawa ke restoran dulu.




















