Tanganku mulai gerilya, merayap di sekujur tubuhnya.Kurasakan kehangatan merayap ditubuhku. Ida keluar lagi.Kami jalan dan nonton lagi di Sukasari Theatre. Bokepindo Erangan dan lenguhan kami semakin kuat dan sering. Kali ini kaki kirinya di luar kaki kananku dan kaki kanannya di dalam kaki kiriku. Ternyata Ida sudah full bugil di bawah selimut. Terasa sudah agak kendor. Prinsipnya sih mereka nggak mau campur urusan orang, tapi jangan di sini”. Ida sudah bangun rupanya. Ida hanya memandang dan tersenyum saja.Kami berbaring berdampingan di bed masing-masing.“Boss-nya yang punya showroom orang mana sih?”
“Keturunan Arab” Jawabnya.“Asyik dong pasti gede punya barangnya. Aku merasakan hal yang luar biasa sepertinya melayang di udara dan rasanya cairan laharku menjadi lebih banyak. Kali ini dengan nafsu yang membara. Gerakan kami semakin liar. Ia tersenyum-senyum. Bahaya, nanti keterusan” kataku. Aku pulang lagi.




















