“udah, bilang aja, nggak usah malu” “beneran nih, gak papa?”tanyaku lagi. Bokepindoh aku sengaja menaruh tanganku di pahanya, dan menatapnya. Kami saling memandang, diciumnya dengan lembut bibirku. Di kamar aku dah berada di atas tempat tidur, “bobo sini bang,” kataku sambil membetulkan posisi bantal yang berada di sampingku. Dia segera menuju wastafel untuk mencuci muka, kulihat waktu menunjukan jam 11.00. “bang, bangun…nggak ngantor?” tanyaku sambil menjepit hidungnya. Uch.. perlahan dia duduk disampingku. “kalo nggak ada abang sih Sintia pake, tapi kalo ada abang ya gak lah, kalo tiba-tiba abang minta gimana?” jawabku.dia kembali menciumi pusarku sampai di atas vegiku yang tidak memiliki bulu sedikitpun. “ennnaaakk bang…” hingga selang beberapa lama dia memaju mundurkan pinggulnya, makin lama makin cepat.




















