“Ya mbak” Aku kembali berdiri dan bersiap dengan burungku. “Mas, udah pernah kayak yang dikomputer ini ndak?” tanyanya pelan, agak berbisik. Bokepindo “Ehmm.., makasih ya. Semakin lama kulumannya semakin cepat, aku semakin menggelinjang dan kelojotan. (nanya nya mulai gak konsen gara-gara senyuman tadi)”
“Udah, nikah sih udah satu tahun. Dewi mendesah-ndesah keenakan. “Ohhhh…, Wii.., Dewiii.., sudahhhh…, sudahhh, aku nggak tahannnnn” aku menceracau sejadi-jadinya. Ehh, jangan panggil saya mbak dong. Lama-lama kok beberapa kali ketahuan lagi nyuri pandang. Mulutnya memagut bibirku, lidahnya liar masuk kemulutku. Banyak kok nantinya” Sambil aku beranjak pergi, mau kembali ke tempat operator. Nggak sabar sekalian aku plorotin celana dalamnya.




















