Lama kelamaan goyanganku sudah mulai teratur, perlahan tapi pasti, dan Mikha pun sudah dapat mengimbangi goyanganku, kami bergoyang seirama, berlawanan arah, bila kugoyang ke kiri, Mikha goyang ke kanan, bila kutekan pantatku Mikha pun menekan pantatnya. Kudorong lagi perlahan, kuperhatikan wajah Mikha dengan matanya yang tertutup rapat, ia menggigit bibirnya sendiri, kemudian berdesah. Bokep Terkadang pun aku bertanya padanya. Juga Nikon, kawan baik yang menjadi sumber nafkahku. Aku tersenyum, dan ia pun tersenyum. “Ohk!.., aduh Mas Joe, cuma bisa masuk seperempat…”
“Ya udah Mikha, udah deh jangan dipaksaain, nanti kamu tersedak.”
Kutarik tubuhnya, dan kurebahkan ia di seat Kijangku. Aku males pulang jadinya. Harapan-harapan mereka, tanggapan mereka, dan pendapat mereka.




















