nich.. “Mengenai apa…” kataku.“Tapi elo jangan marah ya… kalau nggak setuju…” kata Jay lagi.“Oke gua janji…” kataku.“Begini… gua tau kita kan masing-masing punya libido seks yang tinggi, gimana kalau kita coba bermain seks bersama malam ini, dengan berbagai variasi tentunya, elo boleh pakai istri gua dan gua juga boleh pake istri kamu, gimana…” ucap Jay.“Ah.. Bokep akh… akh… terus Van… enak… lebih dalam Van… akh..”“Lus… punyamu begitu enak… sangat… rapat dan menjepit kontolku.. sich kamu… kan malu… akh.. minumnya kita tambah…” kata Jay sembari memberikan gelas yang satu ke Sari,
sedangkan aku memberikan yang satu lagi ke Lusi, karena kebetulan minuman milik mereka yang sebelumnya kelihatan sudah habis.




















