Aku merasa tidak nyaman, well, at least tidak di tempat begini. Sini bajunya aku bayar dulu.”
Aku pun berdiri di depan counter siap melakukan transaksi pembayaran. Bokep Tangannya menyentuh bahuku, menarik turun tali BH-ku satu persatu lewat dari pundakku ke lenganku. Suasana di luar dan di dalam sangatlah berbeda. Aku melotot, protes. Ada sesuatu yang janggal.”
“Huhh?” tanyaku heran sambil membuka pintu. Aku tidak begitu yakin jika aku harus menurutinya atau menolaknya mentah-mentah. Ketika membungkuk, terlihat buah dadaku seakan mau meloncat keluar, apalagi saat itu aku mengenakan push up bra, belum kutanggalkan, aku masih ragu pantaskah aku keluar sekedar sopan santun terhadap Kelvin. Sudah pula aku berikan macam-macam alasan, tapi hari ini agaknya ia tidak akan menerima, “tidak” sebagai jawaban.Sudah dua tahun aku tidak ada kontak dengan Kelvin sampai minggu lalu aku bertemu dia




















