Segala aspek hidupnya lempeng-lempeng saja. Bokepindo Aku sadar bahwa aku seharusnya tidak boleh memiliki perasaan semacam itu. Jujur, sekujur tubuhku telah dirasuki saraf-saraf nakal birahiku. Sesampainya di kamar berendam aku menutup dan mengunci pintu. Tanganku melingkar di pinggangnya. Jari tengah tangan kananku menekanku lebih kencang, dan aku menusuk-nusuk lebih dalam dan makin agresif. Aku berhak dan layak untuk mendapatkan yang terbaik.Mama sih pengen … Kalau kamu punya pacar … Mama takut kamu keasikan ngejomblo … Mama takut kamu telat menikah … Ungkap ibu.Aku pun tak ingin melanjutkan obrolan itu. Aku dalam hati kesal mendengar ceramah ibuku tersebut, namun dengan maksud menghormati aku pura-pura mendengarkannya. Wajah-wajah mereka begitu bahagia menyambut aku dan ibuku. Rindu merasakan ciuman di bibir, merasakan lengan memeluk tubuhku. Kemudian ibu membuka celana panjang katunnya. Intermeso End …Sayang … Liat!




















