Hanya sekedar lewat, namun aku juga berharap dapat bertemu dengan Santi lagi. Bokepindo Kakinya yang mengenakan sepatu hak tinggi membuat ia semakin menarik. Kulihat dari samping ternyata memang Santi.“San.. Menatapku dan mengingat-ingat, akhirnya, “Mas kan yang minggu lalu sama aku? “Kebetulan ada kamu. Saayaanghh.. Panas matahari terasa menyengat kulit. Waktu itu aku masih kuliah. Sekilas kulihat tanggal lahirnya, berarti ia sekarang dua puluh delapan, sementara aku waktu itu masih dua puluh tiga. “Tidak semua kamar ada cerminnya. To..”Tangannya menjambak rambutku. Dulu aku punya, namun putus dan kujual,” jawabnya.Akhirnya kami berjalan ke depan menunggu Metro Mini yang ke arah Pasar Minggu.




















