Jangan.. Bokepindoh Kesibukannya membuat suamiku selalu jarang berada di rumah. Supirku berhasil menangkap celana dalamku sambil menariknya hingga tubuhku pun jatuh terseret ke pinggir ranjang kembali dan celana dalam putihku tertarik hingga bongkahan pantatku terbuka.Tapi saya terus berusaha kembali merangkak ke tengah ranjang untuk menjauhinya. “Maksudnya, tadi waktu di Entotin enak kan?” tanyanya lagi sambil membelai rambutku.Wajahku langsung merah padam mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh supirku, tapi dalam hati kecilku tak dapat kupungkiri walaupun tadi ia sudah memperkosa dan menjatuhkan derajatku sebagai majikannya, tapi saya sendiri turut menikmatinya bahkan saya sendiri merasakan organsime dua kali.“Kok ngak dijawab sich!” tanya supirku lagi.“Iya..iya, tapi sekarang lepasin talinya dong Anto!” kataku dengan menggerutu karena tanganku sudah pegal dan kaku.“Nanti saja yach!




















