Kuambil keduanya, kukunci pintu dan segera kembali kedalam rumah.Mbah Suliyem ternyata sudah mempersiapkan kamar anak perempuannya sebagai tempat tidurku saat aku masih berada di luar rumah tadi, setelah aku masuk rumah dan mengunci pintu depan, mbah Suliyem keluar dari kamar dan mempersilahkan aku untuk beristirahat.“Silahkan mas, mas tidur di kamar anak saya, sudah selesai saya bersihkan…”“Tapi mbah, gimana degan perjanjian kita tadi?”Mbah Suliyem tidak menjawab dan raut mukanya berubah sedikit gugup. Bokep Hingga kadang dalam satu minggu aku harus beberapa kali ke pasar induk untuk mengantar pesanan kacang hijau atau kedelai ke beberapa penjual hingga ahkirnya kisah yang akan aku bagi ini pun terjadi.Sore itu aku menyempatkan diri mampir di warung angkringan tak jauh dari pasar setelah selesai mengantar kedelai, suasana begitu lengang meski biasanya di siang hari tempat ini sangat ramai




















