Tanpa di komandoi tangan Roni yang lincah membuat aku kehilangan konstrasi. Bokepindo Sebelum pergi Tutik mendekatiku sambil mengatakan “bang Tutik mau pergi, pokonya besok aku hubungi abang, ok bang ?” aku mengiyakannya.Tutik langsung pergi menaiki mobil laki-laki itu untuk meninggalkan café. Roni masih malu-malu untuk menyewa gubuk buat kami berdua yang di luar. Tapi itupun kalau abang mendesakku nanti ada waktunya bang, Tutik akan ceritakan semuanya buat abang.Kamipun sampai dalam tujuan, aku kaget Tutik rupanya sudah dikenal dicafé tersebut. Tutik bertanya lagi ” bang ayo donk…! Kebetulan siap makan hujan grimis pun tiba, kami sangat khawatir kalau pantai ini akan meluap nantinya.Tapi kekawatiran ini hilang begitu saja sesaat aku berdua dengan Roni di dalam gubuk. Kutanya lagi berarti dia masih ada di ruang kamar ?




















