Dulu waktu kami masih pacaran hampir selusin kali kami bubar dan balik lagi. Bokepindo “Bilang aku sedang keluar kantor,” balasku di interkom, “Kamu ke sini sekarang, jangan lupa kunci pintu kalau masuk.”
“Ah, Bapak.”Indri sekretaris terbaik yang kumiliki. “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. Kubuat sikapku persis seorang remaja putus asa akibat problem rumah tangga menahun. Aku duduk. Pernah dengan setianya menemaniku beberapa tahun. Serong kiri kanan, cari di luaran. Akhirnya aku meledak. Ataukah memang Love is Blind.Singkat cerita kami berempat dengan teman-temanku ke Zanzibar. “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. Detik berikutnya baru aku sadar di mana aku. Kulihat Oghe begitu menikmati tugasnya sebagai bartender. “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan.




















