Aahh enaak”Aku terus menggenjot dengan cepat. Cukup jauh juga rumahnya, setelah belokan tadi sudah lebih dari 10 menit kami melaju. Bokepindo Aku bergegas ke pintu kamar ingin segera keluar dari sana. Dia tetap terlihat cantik. Sshh.. Aku masih membutuhkannya sih”, timpalku. Aku meremasnya begitu kuat dan memutar-mutarnya. “Oohh.. Aahh.. “Tadinya aku ingin memberikannya begitu aku bertemu denganmu, tapi sepertinya buku itu tertinggal di rumahku”
“Oh, tidak apa-apa, kamu bisa memberikannya besok atau aku bisa meminjam ke perpustakaan lagi”
“Umm.. Sekali lagi aku menepisnya.“Tidak bisa Marlene, semua ini terlalu cepat” aku beralasan. “Ummhh.. Tapi aku harus berkonsentrasi mengemudikan motorku karena bisa tejadi kecelakaan kalau tidak hati-hati.“Erik, di depan nanti belok kiri ya, yang ada pohon besar itu”, aku hanya menganggukkan kepalaku.Aku pun membelokkan motorku ke kiri. Bisa jadi secantik ini.“Marlene, kamu Marlene?” Dia langsung berlari




















