Kembali ia mengecup bibir Narti yang memang sudah menunggu aksi Warto berikutnya. Bokep Uang dikantong hanya cukup untuk makan nanti siang.Dalam kebingunganya Warto teringat relasinya dipasar yah Narti, ia akan mencoba meminjam uang kepadanya, atau paling tidak ia mencoba meminta bayaran gerobak dimuka sehingga ia dapat segera mengirim uang tersebut kebudenya yang sedang sakit di kampung. Warto bingung karena saat ini ia tidak memiliki uang. Hal ini semakin memuat Narti tidak berdaya, ia benar-benar dimabuk nafsu yang dibangkitkan oleh Warto seorang penarik gerobak langganannya. Narti masih saja tertunduk sambil menangis, keduan tangannya diletakkan diatas pahanya. Setan terus menggoda membisikkan kata-kata birahi kepada keduanya.Akhirnya Warto tak tahan dengan suasana dengan yakin ia mengecup bibir Narti, apalagi ia merasakan ada reaksi di bibir dan tubuh Narti, Warto semakin berani usapan pada tubuh bagian belakang




















