“Oh Mas aku nggak tahan nih.. Bokepindo ya? Sambil tiduran kembali di atas kedua pahaku dan rambutnya terurai sambil dia pandangi batang kemaluanku yang masih berdiri. Akupun segera berbaring di sampingnya, istirahat sebentar, lalu kekamar mandi untuk mandi bersama.Dikamar mandi kami saling menyabuni, sambil kuremas kedua buah dadanya yang basah oleh sabun. Tapi aku yakin suatu hari aku pasti ketemu lagi. Tapi kali ini tanyanya nggak tahu lagi, iseng barangkali,“Burungnya nggak keganggu kan ditidurin sama aku?” lalu aku jawab sekenanya saja,“Keganggu sih nggak, cuman agak bangun”, eh dia tersenyum, sambil memegang batang kemaluanku,“Biarin deh bangunin saja, pengen tahu, kayak apa sih!”“Ya sudah bangunin saja”, jawabku pasrah sambil berharap hal itu beneran,“Ah yang benar Mas?




















