Saat aku menggeser posisi dudukku Roni menarik tanganku, sambil merangkul bahuku.Aku terkejut dengan napas yang agak kencang, jantungku berdebar-debar ada rasa benci dan suka. Bokepindoh Tutik jawab om tadi kupinjam. “Hai… lagi ngapain mbak ? Akhirnya pertahaan Tutik kandas juga, Tutik membalikkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap aku. Awal dari kesukaan Tutik pada Roni penuh dengan kejujuran dan kebaikannya di mata Tutik membuatnya tergila-gila dengan Roni.Saat yang di nanti-nantikan Roni mulai berani bercanda mengajak Tutik jalan-jalan ke salahsatu tepat perbelanjaan. Rupanya abang wartawan pantasan abang mulai dari tadi ngebutkali mendengar kisah Tutik kenapa terjuan kedunia malam”.Tutik yang dari tadi nakal, kontan langsung terdiam dan membelakangi aku. Tanpa di komandoi tangan Roni yang lincah membuat aku kehilangan konstrasi. Tutik memang nakal, mau tahu aja apa isi dalam tas aku.




















