waktu……”, Nidya ingin menjawab namun agak ragu-ragu.Gua yang sudah merasa tegang semenjak tadi, semakin konak saja dengan suasana seperti itu. Sambil ngobrol Saya tetap memperhatikan cewek Saya itu, dan yang bikin jantung Saya kembali berdebar-debar adalah waktu melihat leher kaos Nidya. Bokep Saya rada kuatir juga… tahu-tahu Saya jadi Pedophil yaa ? tapi nggak lama kemudian dia tersenyum dan mengangguk…. Saya lalu mengusap pipinya yang memerah….. dan membuat Saya terangsang hebat.Rupanya Nidya memperhatikan kegelisahan Saya… dan kayaknya doi mulai sadar kalau Saya tersepona dengan keindahan dadanya.Lalu dia membenahi pakaiannya dan tersenyum… “Nakal ya kamuu….”, tegur Nidya. Dari temen-temen Saya mulai dipinjemin bangsanya Playboy, Penthouse, Hustler dll. Dan Saya saat itu jadi tahu bagaimana rasanya memegang susunya cewek itu… dan memang bener… enakkk…..




















