Setelah membersihkan seluruh spermaku dengan lidahnya, Stella bergerak ke atas. Aku mulai bergerak memperbaiki posisi dudukku, perlahan-lahan. Bokepindo “Kira-kira sudah enam bulan, Mas… ngomong-ngomong situ baru sekali ya potong di sini?” sambungnya sambil tetap memotong rambut. Sekian detik kami bercumbu dan aku memejamkan mata. Kubuka telapak tanganku mengikuti bentuk payudaranya yang bulat. Untuk pembaca ketahui setiap hari Senin, salon ini tutup. Aku berhenti sejenak meraba payudaranya. “OK, kamu boleh ’sun’ aku,” jawabku sambil kembali ke jalanan. Dengan pelan sekali, Stella berbisik, “Will, aku suka sama kamu,” dan ia kembali mencium pipiku dan tetap menekan payudaranya pada lengan kiriku.




















