Biasanya, mereka sambil bersiul di tempat mereka nongkrong, mengeluarkan kata-kata yang jorok, hingga seringkali Mbak Sekar hampir menangis bila kebetulan lewat dan di goda secara keterlaluan oleh mereka. Bokep Aku tak tahu apakah ia merasa sakit, atau kegelian. Lagaknya masih seperti ketika ia muda di jaman Tempo Doeloe. Tapi tetap saja ada yang terasa mengganjal di sela-sela selangkanganku. Sebagai ganti pengasuhku, Mbak Sekar memang istimewa. Enggak, aku mandi sendiri”
Aneh, untuk apa aku mesti malu sama dia? Bukankah aku masih kecil? “Kena..!” kataku sambil merangkul Kak Sekar dari belakang dan berusaha menggapai dadanya dari belakang. Opo durung ngerti yen Simbah arep tindak menyang Semarang?” [“Lho, apa belum tahu kalau Nenek mau pergi ke Semarang?”-pen.]
“Enggak..” jawabku asal saja, karena aku masih kesal saat di paksa pulang bersama Kak Sekar. “Neng, sini dong, kumpul sama




















